Selasa, 05 Januari 2010

Rieview bab 6 DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS, BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI

REVIEW BAB 6
DASAR-DASAR INTELEGENSI BISNIS
BASIS DATA DAN MANAJEMEN INFORMASI

1.MENGORGANISASIKAN DATA DALAM LINGKUNGAN FILE INTERNASIONAL

1.1 KONSEP PENGORGANISASIAN FILE
Sistem computer mengorganisaikan data ke dalam sebuah hierarki yang dimulai dengan bit dan byte,menuju field, record, dan basis data.sekumpulan bit disebut byte, mewikili sebuah karakter tunggal yang dapat di simpan dalam computer.sekumpulan field yang yang saling berhubungan seperti nama siswa, mata kuliah yang diambil, tanggal, dan nilainya.berkumpul menjadi sebuah record; sekelompok record yang sejenisnya sama dinamakan file.Sebuah record menggambarkan sebuah entitas. Entitas adalah orang, tempat, hal atau kejadian yang informasinya di simpan dan dipelihara, setiap karateristik atau kuantitas yang menggambarkan entitas khusus disebut atribut. Contohnya ID siswa,mata kuliah, data dan nilai.
Teknik manajemen file yang yang tradisional mem buat organisasi sulit untuk melacak setiap bagian data yang digunakan secara sistematis dan mengatur data ini sehingga dapat diakses dengan mudah.berebagai area dan kelompok fungsional yang berbeda diizinkan untuk mengembangkan file sendiri. Seiring dengan waktu, lingkungan file tradisisonal ini menimbulkan masalah. Seperti redunsasi data dan inkonsistensi data, dan keterganntungan data program, tidak fleksibel, buruknya keamanan serta kurangnya pembagian dan ketersediaan data.

 Redunsasi data
adalah adanya duplikasi data dalam beberapa file data sehingga data yang sama disimpan di dalam lebih dari satu lokasi.redunsasi data terjadi ketika kelompok yang berbeda dalam organisasi mendapatkan data yang sama secara independent dan menyimpan nya secara independent juga.

 Ketergantungan program data ,
mengacu pada pasangan data yang tersimpan dalam file dan program tertentu yang dibutuhkan untuk memperbaharui dan memelihara file tersebut sehingga perubahan dalam program nya membutuhkan perubahan dalam data nya.

 Kurangnya fleksibilitas,
sistem file tradisional dapat mengirim laporan terjadwal rutin setelah dilakukan pemograman yang ekstensif, tetapi tidak dapat mengirim laporan atau merespon kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi secara tepat waktu.

 Keamanan yang buruk
Karena kendali terhadap data dan pengelolaan nya kurang, akses kepada dan penyebrangan dari informasi mungkin tidak dapat dilakukan. Manajemen mungkin dapat mengetahui siapa yang sedang mengakses atau bahkan membuat perubahan pada data organisasi.

 Kekurangan dalam pembagian dan ketersediaan data
Karena potongan-potongan informasi didlam bagian yang berbeda dari organisasi tidak dapat dihubungkan satu dengan yang lain nya, maka mustahil inforasi tersebut dapat dibagikan atau diakses secara tepat waktu.

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA
1.2 prinsip-prinsip sistem manajemen basis data dan fitur basis data relasional
Sistem manajemen basis data (database manajement system-DBMS) terdiri atas piranti lunak yang memungkinkan dilakukannya data dan manjemen data sehingga kegiatan bisnis memepunyai sumber yang konsisten untuk semua data yang penting bagi DMBS adalah kemampuanya memisahkan tampilan data secara logis dan fisik.pengguna bekerja dengan tampilan logis . DMBS mencari informasi sehingga pengguna tidak perlu memikirkan lokasi fisiknya.
Prinsip kapabilitas dari MBMS mencakup kemampuan definisi data,kamus data, dan bahasa manipulasi data.kapabilitas didefinisi data menyatukan stuktur dan isi dari basis data.kamus data adalah file otomatis atau manual yang menyimpan informasi tentang data didalam basis data.termasuk nama,definisi, format, dan penjelasan dari elemen data.bahasa manipulasi data, seperti SQL adalah bahasa khusus untuk mengakses dan memanipulasi data di dalam basis data.DBMS memperkecil redunsasi dan inkonsistensi data dengan meminimalisir file-file terpisah yang berisi data yang sama.DBMS mungkintidak daptt membuat perusahaan dapat menghilangkan redunsasi data seluruh nya, tetapi dapat membantu mengendalikan redunsasi tersebut.
Basis data relasional adalah metode utama mengorganisaikan data dan memelihara data dalam sistem informasi saat ini. Basis data relasional menyususn data ke dalam table dua dimensi denagn baris dan kolom yang disebut relasi.

1.3 prinsip-prinsip yang penting dalam perencanaan basis data
Mendesain basis data membuuthkan rancangan logis dan rancangan fisik.rancangan logis memodelkan basis data dari sebuah perspektif bisnis. Model data organisasi seharusnya menggambarkan proses-proses bisnis dan kebutuhan pengambilan keputusan yang penting. Proses pembuatan stuktur data yang kecil, stabil, fleksibel dan adaktif dari seseklompok data yang rumit ketika merancang basis data relasional di sebut normalisasi. Basis data relasional yang dirancang denagn baik tidak akan mempunyai hubungan banyak, dan semua atribut untuk entitas tidak aakn memepunyai hubungan banyak ke banyak, dan semua atribut untuk entitas tertentu hanya akan digunakan pada etentitas tertenttu. Diagram relasasi entitas menggambarkan secara grafis hubungan antarentitas (table) dalam basis data atau sebagian dari basis data dapat didistribusikan kepada kepada lebih dari satu lokasi untuk meningkatkan respons dan memperkeci l kerentanan dan mengurangi biaya.terdapat dua jenis utama dari basis data data distribusi : basis data yang direplikasi dan basis data terpartisisi.

1.4 Berbagai perangkat dan teknologi penyediaan informasi dari basis data untuk meningkatkan kinerja dan proses pengambilan keputusan
Berbagai alat yang tangguh tersedia untuk menganalisis dan mengakses berbagai informasi di dalam basis data. Gudang data menggabungkan data saat ini dan data terdahulu dari berbagai sistem operasioanal yang berbeda dalm sebuah basis data pusat yang dirancang untuk pelaporan dan analisis. Gudang data mendukung analisis data multidimensi, juga dikenal sabagai pemprosesan analitis online(Online Analytical Processing-OLAP).OLAP Mereprentasikan hubungan di antara data seperti stuktur multidimensional yangdilihatv sebagai kubus data dan kubus di dalam kubus data, sehingga analisis data yang lebih rumit dapat dilakukan. Penggalian data menganilisis kelompok data yang besar, termasuk isi dari gudang data, untuk mencari pola dan aturan yang dapt digunakan untuk memprediksi perilaku masa depan dan memandu proses pengambilan keputusan. Basis data pada umumnya dapat dihubungkan lewat middleware ke web atau antar muka web untuk memfasilitasi akses pengguna ke data internal perusahaan.
Gudang data adalah basis data yang menyimpan data yang sekarang dan terdahulu yang mungkin diminati oleh para pembuta keputusan di seluruh perusahaan.datanya muncul dari banyak sitem transaksi operasional inti, seperti sistem penjualan , akun, pelanggan dan manufaktur dan mungkin meliputi data dari transaksi WEB.gudang data menggabungkan dan menstandarkan informasi dari basis data operasional yang berbeda sehingga informasi dapat di gunakan di seluruh perusahaan untuk analisis dan pembuatan keputusan manajemen.

MENGELOLA SUMBER DATA

1.5 Peran kebijakan informasi, administrasi data, dan penjaminan kualitas data dalam manajemen sumber daya data organisasi
Mengembangkan lingkungan basis data membutuhkan kebijakan dan prosedur untuk mengelola data organisasi dan juga model data dan teknologi basis data yang baik.
Kebijakan informasi yang formal mengelola pemeliharaan, distribusi, dan penggunanan informasi di dalam organisasi.dalam perusahaan besar, administrasi data formal bertanggung jawab atas kebijakan informasi dan juga untuk perencanaan data pengembangan kamus data dan pemantauan penggunaan data dalam perusahaan.
Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak konsisten dapat menimbulkan masalah operasioanal dan keuangan yang serius untuk bisnis karena dapat menciptakan ketid ktepatan dalam harga produk, rekening pelanggan dan data persediaan yang dapat berlanjut pada diambilnya keputusan yang salah untuk bertindak, perusahaan harus mengsambil langkah khusus untuk menjamin tingginya kualitas data yang dimilikinya. Hal ini meliputi penggunaan standart data secara keseluruhan perusahaan basis data yang dirancang untuk meminimalkan inkonsestensi dan redundansi data, audit kualitas data, dan peranti data dan peranti lunak pembersihan data.
Kebijakan data (information policy)
Menentukan aturan-aturan organisasi dalam hal pembagian, penyebaran,perolehan,standarisasi, klasifikasi dan penyimpanan dari informasi. Kebijakan informasi menjelaskan prosedur dan akuntabilitas yang spesifik, mengidentifikasikan informasi dapat saling dibagikan oleh pengguna dan unit organisasi, dimana informasi dapat didistribusikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar